Adopsi CRM kini bukan lagi sekadar tantangan teknis, melainkan tantangan dari sisi manusia dan pengalaman pengguna. Di tahun 2026, sebagian besar perusahaan sebenarnya sudah menggunakan software CRM, tetapi masih banyak yang kesulitan menggunakannyasecara konsisten. Tim sales hanya mengisi data sebagian, sedangkan manajer tetap mengandalkan spreadsheet yang berbeda. Top management mempertanyakan nilai investasi CRM yang sebenarnya.
Kita sering lupa, CRM hanya memberikan nilai jika benar-benar digunakan. Namun, cara kerja tim telah berubah karena dipengaruhi model kerja hybrid, pemanfaatan AI, ekspektasi terhadap kemudahan penggunaan, serta regulasi privasi data yang semakin ketat menuntut pendekatan baru dalam meningkatkan adopsi CRM.
Berdasarkan pengalaman Zoho selama puluhan tahun dalam mengembangkan dan mengimplementasikan CRM secara global, berikut lima strategi yang relevan untuk mendorong adopsi CRM di tahun 2026.
1. Jadikan platform CRM bermanfaat secara personal, bukan sekadar kewajiban operasional
Di tahun 2026, pengguna mengharapkan software yang membantu pekerjaan mereka secara langsung. Adopsi CRM meningkat signifikan ketika sistem memberikan manfaat nyata sesuai peran masing-masing pengguna.
CRM seharusnya bukan hanya untuk kebutuhan laporan manajemen. Tim sales perlu melihat bagaimana software CRM membantu mereka mencetak penjualanlebih cepat. Account manager membutuhkan insight untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Sementara pimpinan membutuhkan visibilitas tanpa harus meminta laporan tambahan.
Dengan menyelaraskan modul, dashboard, dan insight berbasis AI dengan tujuan pengguna, CRM akan terasa sebagai alat produktivitas, bukan sekadar tempat input data.
2. Kelola perubahan sebagai proses berkelanjutan
Implementasi software CRM di 2026 bukan lagi proyek sekal jadi, melainkan perjalanan yang terus berkembang. CRM yang langsung diberikan tanpa melibatkan pengguna sering kali gagal diimplementasikan dengan optimal.
Pengguna perlu memahami alasan di balik data yang diminta, bukan hanya apa yang harus diisi. Feedback pengguna menjadi sangat penting karena kebutuhan bisnis dan cara kerja tim terus berubah.
Ketika pengguna merasa didengar dan melihat masukan mereka diterapkan, kepercayaan terhadap sistem meningkat dan adopsi pun berjalan lebih alami.
Baca juga:
Begini Cara Software CRM Bantu Perusahaan Logistik dan Transportasi di Indonesia
Peran Software CRM dalam Mengelola Sales Funnel: Ketahui Apa yang Harus Disiapkan
3. Bangun kepercayaan melalui privasi dan transparansi data
Kepercayaan menjadi faktor kunci dalam adopsi sistem CRM, terutama di tengah meningkatnya kesadaran pelanggan terhadap perlindungan data. Tim sales dan account manager harus yakin bahwa data pelanggan tersimpan dengan aman dan digunakan secara bertanggung jawab.
Pengguna akan lebih nyaman memasukkan data berkualitas jika mereka memahami siapa yang bisa mengakses data tersebut, bagaimana data digunakan oleh sistem otomatisasi atau AI, serta bagaimana CRM mendukung kepatuhan terhadap regulasi.
CRM yang mengutamakan privasi sejak awal tidak hanya membantu kepatuhan hukum, tetapi juga memperkuat kepercayaan internal dan hubungan dengan pelanggan.
4. Rancang Sistem CRM yang siap berkembang dan mendukung AI
CRM di tahun 2026 harus fleksibel dan siap beradaptasi dengan pertumbuhan bisnis. Adopsi akan menurun jika sistem terasa kaku atau tidak relevan ketika tim bertambah, pasar berkembang, atau kebutuhan analitik semakin kompleks.
Desain software CRM yang skalabel mencakup fleksibilitas struktur data, workflow yang dapat disesuaikan, serta kemampuan mengadopsi AI tanpa mengganggu cara kerja pengguna. Saat peran berubah, CRM seharusnya memberikan insight dan rekomendasi baru, bukan membatasi produktivitas.
CRM yang tumbuh bersama bisnis akan lebih mudah diterima dan digunakan dalam jangka panjang.
5. Tetap sederhana, cepat, dan fokus pada hasil
Meskipun aplikasi CRM semakin canggih, prinsip dasarnya tetap sama: kesederhanaan adalah kunci adopsi. Proses implementasi yang terlalu rumit dan memakan waktu justru menurunkan antusiasme pengguna.
Dengan platform dan partner yang tepat, perusahaan seharusnya sudah bisa melihat dampak positif dalam hitungan minggu. Hasil cepat seperti berkurangnya pekerjaan manual, visibilitas pipeline yang lebih jelas, atau proses follow-up yang lebih rapi akan mendorong pengguna untuk aktif menggunakan CRM.
Keberhasilan awal menciptakan momentum. Ketika CRM terbukti mampu menyelesaikan masalah nyata bisnis, adopsi akan terjadi secara alami.
Penutup
“Kepercayaan adalah kunci utama dalam mendorong adopsi CRM,” ujar Gopal Sripada, Product Marketing di Zoho CRM. “Pengguna perlu merasa didengarkan, memahami manfaat CRM bagi pekerjaan mereka, dan yakin bahwa data tetap aman serta berada dalam kendali mereka. Dengan pendekatan dan teknologi yang tepat, perusahaan bisa bergerak cepat tanpa mengorbankan kualitas maupun adopsi.”
Di tahun 2026, meningkatkan adopsi CRM bukan soal memaksa kepatuhan, melainkan menciptakan pengalaman yang selaras dengan cara kerja modern dan arah pertumbuhan bisnis ke depan.

Comments